Ke Oxford Kami Menuju: Awal Keberangkatan (1)


IMG_6809Menuntut ilmu merupakan salah satu kewajiban Muslim. Pentingnya kegiatan ini sampai Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa disamping harus dilakukan seumur hidup juga ke tempat yang jauh sekalipun ke negeri Cina. Negeri Tirai Bambu ini disebut tidak saja merepresentasikan negeri yang jauh, tetapi juga memiliki ”kelebihan”, karena pada saat itu teknologi bangsa Cina diatas bangsa-bangsa lain khususnya di Asia. Selain itu tentu diperlukan kesungguhan untuk mencapai negeri yang jauh dari negeri sendiri. Tentu juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Maka merupakan hal yang wajar bila berbiaya tinggi. Ibarat memancing, kesungguhan, waktu, tenaga dan biaya yang besar merupakan “umpannya”. Memancing dengan umpan yang besar tentu sangat mungkin untuk mendapatkan ‘ikan’ yang besar.
Saat ini negeri-negeri yang memiliki kelebihan seperti yang direpresentasikan Cina tersebut sangat banyak dan memiliki spesialisasi masing-masing. Inggris misalnya, siapapun tahu berbagai kelebihan negeri ini terutama tradisi keilmuan sejak berabad-abad. Tidak heran di negeri ini terdapat puluhan universitas tertua dan terbaik di dunia. Maka siapapun mengimpikan belajar di negeri ini, termasuk saya. Awalnya hanya mimpi sampai Kementerian Agama RI mengirimku ke Negeri Ratu bersama 39 peserta lain, Desember 2014 yang lalu. (Lihat artikel Guru PAI Tangsel Dikirim ke Oxford University).

Dari awal kami sudah diberi tahu bahwa akan mengikuti training di Universitas Oxford tepatnya di Department of Education, sebuah universitas tertua dan masuk di kelompok lima besar universitas terbaik di dunia. Rasa bangga semakin membuncah di dalam dada. Betapa tidak, kami akan menjadi alumni universitas terbaik yang pernah menjadi tempat kuliah tokoh-tokoh dunia seperti Bill Clinton. Setidaknya pernah satu kampus dengan mantan presiden AS ini hanya beda angkatan (hallah….). Bedanya lagi, beliau kuliah bener sedangkan kami short training/course, jadilah kami bergelar M.Sc. (Master of Short course).

Tak henti rasanya saya mengucap syukur. Disamping merupakan kehormatan, dalam hal pembiayaan rasanya mustahil bila dengan biaya sendiri. Ini tugas negara yang harus dipikul dan dipertanggungjawabkan. Sesuai arahan dari Panitia kami ditugaskan mempelajari beberapa hal yang berkaitan dengan pelajaran yang kami ampu, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) yakni metodologi pembelajaran, demokrasi, toleransi, deradikalisasi dan nilai-nilai humanistik lainnya. Kok guru PAI belajar ke Inggris, bukan ke Timur Tengah? Di Universitas Oxford kami tidak mempelajari agama bung!, tapi cara membelajarkan (metodologi), penerapan nilai-nilai (agama) dan proses internalisasinya dalam kehidupan siswa. Oleh karena itu setelah kembali ke tanah air kami diwajibkan menyusun hasil kegiatan selama di Inggris untuk ditularkan kepada rekan-rekan sejawat guru PAI.

**

Kepergianku ke Inggris tempo hari semakin menguatkan tekad menyekolahkan anak-IMG_7340anakku di luar negeri. Bahwa belajar di luar negeri bukan hal yang mustahil. Sudah kubuktikan sendiri yang pada awalnya hanya mimpi akhirnya menjadi kenyataan. Maka kuniatkan pula kepergianku menjadi pembuka jalan anak-anakku belajar di luar negeri. Sekitar sebulan sebelum aku berangkat, anakku yang pertama sudah menyampaikan niatnya untuk mengambil S2 di luar negeri. Demikian pula anakku yang kedua, sejak masuk MA ingin meneruskan di Madinah. Maka dari Oxford kupanggil kedua anakku untuk belajar di sana (luar negeri).

**

Akhirnya, setelah dua hari dikarantina kamipun berangkat tanggal 3 Desember 2014. Setelah menempuh 15 jam penerbangan sampailah di Heathrow Airport, London. Kemudian meneruskan perjalanan ke kota Oxford. Di kota inilah kami melakukan kegiatan yang dikemas dalam “Short training Metodologi Pembelajaran”. Kegiatan tidakIMG_7128 saja mengikuti perkuliahan oleh expert dari Department of Education University of Oxford, kami juga berkunjung ke sekolah-sekolah untuk melihat langsung proses pembelajarannya dan berinteraksi dengan guru dan siswanya serta mengunjungi situs-situs penting di kota Oxford. Serta kegiatan lain yang memungkinkan kami berinteraksi dan merasakan langsung kehidupan masyarakat Inggris, dari sinipun kami belajar. Silaturrahmi dengan Duta Besar Indonesia untuk UK Bapak Hamzah Thayyeb dan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Inggris yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Oxford juga moment yang sangat menginspirasi. Saat bertemu dengan mereka saya merasa kehilangan umur, tetapi sangat memotivasi dan saya manfaatkan untuk mencari tahu proses menjadi mahasiswa di Inggris, seperti tentang bahasa Inggris, beasiswa sampai kehidupan mahasiswa di sana. Pada saat mengisi buku tamu di Kedutaan RI London ada yang saya getarkan dalam hati “Suatu saat anak saya akan mengisi buku tamu ini, menuliskan sendiri namanya di sana”.

Tidak lupa saat sightseeing (jalan-jalan) banyak hal terutama obyek wisata yang kami dapatkan. Setidaknya menjadi bahan cerita bagi anak-anak, keluarga dan teman. Saya kembali ke tanah air tanggal 15 Desember 2014. Meski singkat tapi membawa kesan teramat mendalam.

Sekali lagi saya bersyukur kepada Allah SWT dan mengucapkan terima kasih yang tiada terhingga atas kesempatan ini kepada Direktorat PAI Kementerian Agama, ACDP, OPML (Oxford Policy Management Limited) dan semua pihak yang telah berperan dan mengantarkan saya mendapat pengalaman yang sangat berharga ini. Semoga keberkahan Allah selalu tercurah kepada mereka.

**

Demikian untuk pembuka, Insyaallah akan diikuti tulisan yang lain. Selamat menantikan.

Wassalam
***

About rofiquez

Berkelana untuk mendapatkan hikmah
This entry was posted in Pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s