Cerita Diklat Guru Kutai Timur


GambarSetelah menempuh perjalanan 12 jam dan persiapan hanya dua jam sebelum berangkat, sampailah kami bertiga di LPMP Kaltim di Samarinda. Bertemu dengan orang yang baru dikenal selalu menyenangkan. Perasaan itu yang kudapatkan ketika bertemu dengan 90 orang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SD di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur. Selama lima hari (4 – 8 Juli 2013) mereka mengikuti Diklat Implementasi Kurikulum 2013. Kegiatan ini terselenggara atas prakarsa Pemda Kab. Kutim yang secara mandiri berinisiatif melaksanakan Kurikulum 2013 di semua jenjang sekolah di wilayahnya. Di ruang lain terdapat 20 orang guru agama Katolik yang diampu Bp. Daniel dari KWI Pusat. Mata pelajaran lain dilaksanakan di beberapa tempat di Kota Samarinda.

Acara berlangsung setiap hari mulai jam 08.00 – 22.00. Pada hari pertama peserta mengikuti pretest dan materi perubahan mindset (pola pikir). Hari kedua peserta mendapat materi konsep Kurikulum 2013 dan menelaah buku teks yang terdiri dari buku guru dan buku siswa. Hari ketiga peserta dipecah menjadi dua kelas, kelas A dan kelas B. Aku bertugas mengampu kelas B bersama Bp. Feisal Ghazaly (Puskurbuk). Sedangkan kelas A diampu oleh teman satu tim yang lain (Bu Nelty dan Bu Sumiyati). Pada awal pertemuan di kelas B aku memberikan materi penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) versi Kurikulum 2013, dilanjutkan dengan praktik sampai menjelang maghrib. RPP ini dibuat secara individual sesuai dengan pembagian Kompetensi Dasar (KD) yang kubuat, selanjutnya akan mereka praktikkan dalam kegiatan peer teaching (praktik mengajar).

Untuk peer teaching kelas dipecah lagi menjadi dua kelompok. Aku mengampu kelompok 2 dengan jumlah 18 orang. Peserta berasal dari wilayah kecamatan paling ujung Kab. Kutim seperti Muara Bengkang, Kaliorang, Muara Wahau dsb yang rata-rata menempuh perjalanan sekitar 10 jam ke Sangatta ibukota Kab. Kutim. Sedangkan perjalanan Sangatta – Samarinda sekitar 5 jam. Bila mengenal daerah baru saya selalu tertarik untuk mencarinya di Googlemaps, namun sayang belum tahu lokasi tepatnya karena yang tampak di peta hanya hamparan hutan hijau. Semoga suatu saat bisa kesana.

Menterjemahkan Proses Saintifik pada RPP

Pada saat praktik membuat RPP tampak tidak terlalu banyak masalah karena sebagian Gambarbesar proses dan komponen RPP relatif sama dengan RPP KTSP. Permasalahan timbul saat mereka mengembangkan proses pembelajaran. Seperti diketahui terdapat tiga tahap dalam proses pembelajaran, yakni tahap pendahuluan, inti, dan penutup. Untuk tahap pendahuluan dan penutup juga tidak terlalu banyak kesulitan. Rupanya kesulitan terdapat pada tahap inti. Pada RPP KTSP terdapat tiga tahap yaitu eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi (EEK). Nah pada RPP Kurikulum 2013 terdapat lima tahap yang merupakan tahapan saintifik, yaitu mengamati, menanya, eksplorasi, asosiasi dan komunikasi.

Pada saat penjelasan proses pembuatan RPP dijelaskan adanya proses pembelajaran saintifik. Muncullah berbagai pertanyaan, misalnya apakah RPP berbasis sains/IPA,apakah semua pelajaran harus di-IPA-kan termasuk PAI? Saya katakan bahwa saintifik itu prosesnya, dengan pembelajaran saintifik tersebut kita mengajak siswa untuk mengikuti langkah-langkah ilmuwan pada saat melahirkan sebuah teori atau dalil. Dengan proses ini siswa akan menemukan hakikat dari ilmu yang dipelajarinya.

Untuk menyederhanakan pemahaman, saya mengisahkan lahirnya teori gravitasinya Isaac Newton. Bahwa teori ini lahir setelah Newton melihat jatuhnya sebuah apel. Dengan mengamati fenomena ini lahirlah kesimpulan bahwa ada kekuatan yang menarik apel tersebut sehingga jatuh.

Mengamati         : mencermati sebuah apel yang jatuh.

Menanya             : mengapa apel jatuh? Bagaimana apel bisa jatuh? Apa yang menyebabkannya? Mengapa jatuhnya ke bawah bukan ke atas apalagi ke samping?

Eksplorasi            : mendalami fenomena dengan menguji benda-benda lain apakah juga jatuhnya ke bawah, misalnya langsung dijatuhkan atau melemparkannya ke atas terlebih dahulu.

Asosiasi                : benda ini, benda itu dan benda apapun kalau dilemparkan akan jatuh ke bawah/arah bumi. Kesimpulannya semua benda akan jatuh ke arah bumi, jadi ada kekuatan yang menarik benda-benda tersebut. Kekuatan itu ada di bumi.

Komunikasi         : memberitahukan kepada orang lain akan kesimpulan ini berikut prosesnya.

Alhamdulillah, setelah diberi gambaran seperti itu mereka asyik dengan pekerjaannya menyusun RPP. Bagaimana hasilnya? Dari 18 orang yang ada di kelompok B hanya satu orang yang harus mendapat perhatian khusus saat mengembangkan proses saintifik tersebut. Dengan semangat beliau rajin bertanya sehingga dapat menyelesaikan sendiri.

Peer teaching

Pada sesi setelah makan malam peer teaching dimulai dengan setting satu orang menjadi guru yang mempraktikkan RPPnya, dua orang sebagai pengamat dan yang lain menjadi siswa. Setiap peserta melakukan peer teaching maksimal 30 menit. Pengamat bertugas melakukan penilaian sesuai dengan format yang tersedia. Begitulah kegiatan dilaksanakan secara bergantian sampai hari berikutnya sehingga semua peserta merasakan menjadi guru, pengamat dan siswa.

Gambar

DI pertengahan dan akhir peer teaching kami berdiskusi untuk mempertajam pemahaman di sekitar hubungan antara KI (Kompetensi Inti), Kompetensi Dasar (KD), indikator dan soal serta menjawab peserta.

Untuk indikator masih harus dipahami bahwa indikator itu kemampuan yang merupakan “tangga” menuju tercapainya kemampuan pada KD, jadi dalam rumusan indikator harus menggunakan kata kerja terukur yang merupakan pecahan dari kata kerja pada KD. Tidak lupa pula untuk memberikan motivasi.

Senang sekali melihat mereka semangat untuk menerapkan Kurikulum 2013 tentunya dengan segala keterbatasan sekolahnya yang nanti akan kuceritakan dalam Curhat Guru Pedalaman. Senang melihat binar mata untuk sebuah perubahan ditengah ketertinggalan dalam berbagai hal dibanding “guru kota”.

Hal lain yang kudapatkan adalah bahwa belajar dari kegiatan langsung (learning by doing) lebih mengena dibanding duduk manis mendengarkan teori-teori.

Alhamdulillah ‘ala kulli haal…

***

About rofiquez

Berkelana untuk mendapatkan hikmah
This entry was posted in Pendidikan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Cerita Diklat Guru Kutai Timur

  1. Nauroh says:

    Salam kenal pak ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s