Menanti e-KTP


Tahun ini menjadi babak baru bagi pencatatan kependudukan Indonesia. Begitu menjabat sebagai Mendagri, Gamawan Fauzi langsung menggebrak dengan program e-KTPnya. e-KTP atau KTP Elektronik adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan/pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional. Program ini sudah diluncurkan beberapa waktu yang lalu dengan ujicoba pembuatannya. Meskipun di beberapa daerah ditemukan kendala, tampaknya pemerintah tetap maju untuk mensukseskannya. Benarlah, tidak perlu mendengarkan berbagai suara sumbang yang menerpa, tetap lakukan dan perbaiki kekurangannya. Masa sih sudah 66 tahun merdeka KTP masih pakai kertas dan bisa dobel pula.

Nantinya setiap penduduk hanya diperbolehkan memiliki 1 (satu) KTP yang dicantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup. Nomor NIK yang ada di e-KTP nantinya akan dijadikan dasar dalam penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Polis Asuransi, Sertifikat atas Hak Tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya (Pasal 13 UU No. 23 Tahun 2006 tentang Adminduk).

Struktur e-KTP terdiri dari sembilan layer yang akan meningkatkan pengamanan dari KTP konvensional. Chip ditanam di antara plastik putih dan transparan pada dua layer teratas (dilihat dari depan). Chip ini memiliki antena didalamnya yang akan mengeluarkan gelombang jika digesek. Gelombang inilah yang akan dikenali oleh alat pendeteksi e-KTP sehingga dapat diketahui apakah KTP tersebut berada di tangan orang yang benar atau tidak. Untuk menciptakan e-KTP dengan sembilan layer, tahap pembuatannya cukup banyak, diantaranya:

1. Hole punching, yaitu melubangi kartu sebagai tempat meletakkan chip
2. Pick and pressure, yaitu menempatkan chip di kartu
3. Implanter, yaitu pemasangan antenna (pola melingkar berulang menyerupai spiral)
4. Printing,yaitu pencetakan kartu
5. Spot welding, yaitu pengepresan kartu dengan aliran listrik
6. Laminating, yaitu penutupan kartu dengan plastik pengaman.

e-KTP dilindungi dengan keamanan pencetakan seperti relief text, microtext, filter image, invisible ink dan warna yang berpendar di bawah sinar ultra violet serta anti copy design.

Penyimpanan data di dalam chip sesuai dengan standar internasional NISTIR 7123 dan Machine Readable Travel Documents ICAO 9303 serta EU Passport Specification 2006. Bentuk KTP elektronik sesuai dengan ISO 7810 dengan form factor ukuran kartu kredit yaitu 53,98 mm x 85,60 mm.

Kartu identitas elektronik telah banyak digunakan di negara-negara di Eropa antara lain Austria, Belgia, Estonia, Italia, Finlandia, Serbia, Spanyol dan Swedia, di Timur Tengah yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Maroko, dan di Asia yaitu India dan China.

Proses Pembuatan

Hadirnya e-KTP akhirnya menjadi sesuatu yang ditunggu. Seperti biasanya masyarakat penasaran dengan barang baru ini dan tentu ingin segera memiliki e-KTP dengan segala kecanggihannya. Penduduk yang sudah berumur 17 tahun akan mendapat surat undangan pemotretan dari kelurahan setempat melalui ketua RT. Yang bersangkutan harus hadir di kelurahan pada waktu yang telah ditetapkan dan tentu saja tidak boleh diwakilkan. Minggu yang lalu Penulis beserta istri dan anak pertama mendapat surat undangan tersebut dari kelurahan Cipete Selatan, Jakarta Selatan.

Setelah mendaftar dan menyerahkan surat undangan kepada petugas Penulis menunggu panggilan. Disarankan agar datang sekitar 1 jam lebih awal agar antrian tidak terlalu panjang. Bagi Anda yang mendapat panggilan pemotretan siang (setelah jam 12) sebaiknya titipkan kepada saudara yang dipotret sebelum jam 12 untuk didaftarkan. Setelah memasuki ruang pemotretan petugas akan menkonfirmasi data meliputi nama, tanggal lahir, pekerjaan dan golongan darah. Berikutnya adalah pemotretan. Untuk tahun kelahiran genap menggunakan background biru dan yang ganjil background merah.

Sidik jari adalah proses berikutnya. Berbeda dengan KTP sebelumnya, sidik jari dilakukan pada 10 jari tangan di atas panel infra merah yang merekam pola guratan jari-jari. Dimulai dari 4 jari tangan kanan dan kiri, telunjuk kanan dan kiri dan dua ibu jari. Posisi jari sudah tergambar pada indikator scanner sehingga tinggal mengikuti pola sambil diarahkan petugas. Jari harus ditekan untuk mendapatkan rekaman yang jelas, bila indikator centang (V) menyala berarti perekaman sudah ok.

Berikutnya adalah perekaman mata/sidik mata/iris. Sebuah alat berbentuk teropong diletakkan di depan mata, belalakkan mata selebar mungkin agar terekam dengan baik. Proses diakhiri dengan tanda tangan elektronik sebanyak dua kali. Bagi Anda yang sudah pernah ujian SIM beberapa proses pernah dilakukan seperti sidik jari dan tandatangan elektronik. Proses pendataanpun berakhir dan petugas mengembalikan surat undangan sebagai bukti pengambilan bila sudah jadi. Namun ketika ditanyakan kapan e-KTP jadi, petugas menjawab “Tunggu informasi lanjutan melalui ketua RT”.  Sesuai dengan yang tertulis pada undangan, pembuatan e-KTP gratis.

Diharapkan dengan e-KTP ini pencatatan kependudukan lebih tertib, lebih banyak informasi yang terekam di dalamnya, menghindari pemalsuan dan KTP dobel.

***

About rofiquez

Berkelana untuk mendapatkan hikmah
This entry was posted in Rupa-rupa. Bookmark the permalink.

2 Responses to Menanti e-KTP

  1. i-ktp says:

    nice artikel gan.. tp judul nya dramatis banget hahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s