AGPAII TANGSEL SELENGGARAKAN SEMINAR PENDIDIKAN


Peran serta dan kekompakan masyarakat, eksekutif dan legislative mutlak diperlukan dalam rangka terwujudnya visi daerah. Demikian kesimpulan dari seminar pendidikan bertema “Implementasi Nilai-nilai Agama pada Masyarakat Sekolah Menuju Terwujudnya Kota Tangerang Selatan yang Cerdas, Modern dan Religius”. Seminar ini diselenggarakan oleh Asosiasi Guru PAI Indonesia (AGPAII) DPD Kota Tangerang Selatan, provinsi Banten, di aula MAN Insan Cendekia Serpong Tangsel tanggal 2 April 2011.

Menurut Ketua Panitia Abd. Aziz Rofiq, seminar yang juga ini  juga disokong Dispend Kota Tangsel ini bertujuan untuk menggali ide-ide implementasi praktis nilai-nilai Islam di sekolah yang nantinya diajukan kepada Pemkot sebagai sumbangan pemikiran AGPAII dalam mencapai visi Kota Tangsel.

Semdik ini dihadiri sekitar 160 peserta dari kalangan guru, kepala sekolah, pengawas PAI dan umum. Sesi pertama diisi dengan diskusi panel yang menampilkan Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (UIN Jakarta), Kadindik Kota Tangsel, dan Ir. H. Ruhamaben (Waket DPRD Kota Tangsel) dengan keynote speaker H. Hidayat Djauhari, SH., M.Si. (Pj. Walikota Tangsel) sekaligus membuka acara. Kepala Kantor Kemenag Kab. Tangerang turut memberikan sambutan pada acara ini.

Dalam keynote speechnya Pj. Walikota menyampaikan bahwa visi kota Tangsel harus dipahami sebagai satu kesatuan yang utuh.

“Tangsel ke depan adalah Tangsel yang cerdas, memahami perubahan dengan tetap dikawal nilai-nilai keimanan dan ketakwaan”, demikian tegas Hidayat Djohari. Untuk memperluas kesempatan siswa memperoleh pendidikan agama di sekolah, Hidayat setuju adanya penambahan jam belajar PAI.

Parameter

Menurut Dede Rosyada, masyarakat dapat dikembangkan ke arah manapun akan tetapi jangan sampai meninggalkan nilai-nilai keagamaan. Berkaitan dengan visi Kota Tangsel, Dede menjelaskan bahwa masyarakat modern ditandai dengan sikap mencintai perubahan, menghargai ilmu pengetahuan, masyarakat yang ekonomik dan banyaknya asosiasi profesi. Sedangkan ukuran masyarakat religious diantaranya agama menjadi parameter etika dan hukum, penilaian keagamaan didasarkan pada indicator keagamaan, pengurusan kehidupan keagamaan oleh pemerintah ditujukan untuk kepentingan masyarakat. “Selain itu, nilai-nilai keagamaan juga menjiwai regulasi yang dikeluarkan Pemkot”, tegas Dekan FTIK UIN Jakarta ini.  

Berkaitan dengan hal tersebut legislative akan mendorong lahirnya Perda tentang penerapan nilai-nilai religious. “DPRD Tangsel akan mendorong lahirnya perda tentang hal itu”, demikian ditegaskan Ruhamaben Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel yang berasal dari PKS ini.

Mengamini penegasan Waket DPRD, Kadispend yang diwakili Kabid PTK Didi Sutisna mengatakan, “Selaku eksekutif Dindik akan melaksanakan setiap kebijakan yang telah diterbitkan”.

Peran GPAI

Dalam perwujudan masyarakat religious guru PAI memainkan peran yang cukup penting. Masih menurut Dede Rosyada, terdapat tiga peran GPAI, pertama mengontrol sekolah meliputi kurikulum PAI, budaya sekolah, kebijakan sekolah dan kolega guru, kedua mengontrol keluarga meliputi komunikasi guru-ortu, parenting day, dan menghargai portofolio siswa, ketiga mengontrol masyarakat melalui kerjasama dengan asosiasi profesi dan institusi payanan social.

Keteladanan

Tampil pada sesi terakhir, dengan gaya penyampaiannya yang segar Prof. H. Arief Rachman, M.Pd (Guru Besar UNJ) mengemukakan pentingnya keikhlasan dan keteladanan guru.

“Keikhlasan harus mendasari kegiatan guru, karena hal ini akan mendatangkan berkah yang tak ternilai”, demikian tegasnya. Demikian pula keteladanan guru sangat perlu, siswa lebih mudah mempelajari nilai melalui keteladanan bukan sekedar kognitif.

Namun demikian untuk menjadi insan yang ikhlas dan dapat menjadi teladan, guru harus selalu meningkatkan kompetensi dirinya. “Untuk menjadi guru janganlah berhenti belajar”, demikian pesannya.

Rekomendasi

Hasil dari semdik ini AGPAII Tangsel merumuskan 14 usulan yang akan diajukan kepada Pemkot. Diantara usulan tersebut adalah kemampuan baca al Quran menjadi prasyarat melanjutkan ke satuan pendidikan yang lebih tinggi dan adanya jam intra baca tulis al Quran. Manurut Ketum AGPAII Tangsel Endi Suhendi, kemampuan baca tulis al Quran sangat penting sebagai pintu memahami kandungan al Quran.(rof)***

About rofiquez

Berkelana untuk mendapatkan hikmah
This entry was posted in Info AGPAII Tangsel. Bookmark the permalink.

6 Responses to AGPAII TANGSEL SELENGGARAKAN SEMINAR PENDIDIKAN

  1. ihsanudien says:

    Assalamualaikum….

    Mohon bantuan informasinya jika ada seminar pendidikan bagi guru PAI selanjutnya.

    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr.wb

  2. saeful arifin, sthi says:

    ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB.
    SAYA MENYAMBUT PEMBUATAN LKS BTQ SMP KLEAS II.
    MEMBERI MASUKAN AGAR DALAM ISI LKS ITU ADA UJI MID SEMESTER DAN SEMESTER
    PERLU SOSIALISASI AGPAII KE GURU-GURU SD WILAYAH TANGSEL.
    TERIMA KASIH

    • rofiquez says:

      waalaikm salam.saya sangat mengapresiasi usulan bapak,insyaallah nnti sy smpaikan ke tim dan dimasukkan dalam revisi terbitan mendatang.
      trimakasih sidah mampir pak saiful

  3. asslm…maaf mau tanya sertifikat seminar wkt d IC,sy blm menerima,kmn yah klo mau ngambil? wasslm…saepul millah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s