Pelatihan Penyusunan Soal USBN PAI di Ternate


Hujan pagi hari mengguyur kota Ternate pada Jumat (24 Desember 2010). Aku sudah bersiap menunggu jemputan yang akan mengantarku ke tempat pelatihan. Pak Sulaiman Dan pejabat dari Kanwil Kemnag Prov. Maluku Utarapun datang menjemputku menuju tempat acara. Rupanya hujan pagi itu cukup menghambat perjalanan para peserta sehingga acara baru dimulai pada pukul 09.10 WITA. Aku cukup khawatir kurang sempurna menyampaikan materi, mengingat waktu yang tersedia begitu singkat.

Antusiasme peserta mengikuti pelatihan “Penyusunan Soal USBN PAI 2011” segera mengusir kekhawatiranku. Peserta benar-benar ingin tahu bagaimana bentuk soal yang baik dan benar. Acara ini dilaksanakan di MTsN 247 Kota Ternate mulai pukul 09.10-17.30 WITA setelah dipotong shalat Jumat dan makan siang. Peserta berjumlah 22 orang terdiri dari guru SD, SMP dan SMA/SMK. Mereka adalah guru inti PAI yang dipilih oleh Kanwil setempat untuk menjadi tim penyusun soal USBN PAI.

Sampai sebelum shalat Jumat peserta mengikuti presentasi tentang rambu-ramu penyusunan soal beserta analisis kesalahan. Setelah Jumat hingga selesai peserta berlatih menyusun soal sebanyak 15 soal dari lima aspek PAI. Rupanya ada beberapa kesulitan dalam penyusunan soal, terutama agar semua aspek rambu dapat dipenuhi. Menjelang pukul 16.00 latihan diakhiri dan segera dilanjutkan dengan presentasi setiap jenjang. Pada tahap ini terjadi kritik dan perdebatan sengit. Namun demikian semua kritik ditujukan untuk perbaikan soal yang akan disusun dan mengacu pada rambu-rambu penyusunan.

Para peserta berdebat sengit karena ingin menghindari kesalahan pada penyusunan soal yang sesungguhnya. Karena pada tahap berikutnya mereka dituntut untuk menyusun soal USBN PAI untuk provinsi Maluku Utara. Sudah barang tentu kualitas soal harus berstandar nasional karena mengacu pada kisi-kisi soal yang sama. Menjelang maghrib acara ditutup oleh pak Sulaiman. Pesertapun pulang ke tempat masing-masing, ada yang di Ternate dan beberapa orang dari pulau seberang seperti Tidore dan Halmahera. Karena cuaca buruk mereka harus menginap di Ternate menunggu kepulangan di esok hari.

***

About rofiquez

Berkelana untuk mendapatkan hikmah
This entry was posted in Pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s