Aku dan Musik (1)


Awalnya aku tak tahu kalau Allah memberiku karunia tambahan. Seingatku sejak kecil aku tidak begitu bisa memainkan alat musik. Aku merasa kemampuanku biasa-biasa saja, tak ada yang istimewa. Ada satu yang kuingat adalah ketika kelas 2 MTs. (SMP) saat sekolahku akan mengadakan perkemahan di pantai daerah Cilacap, entah dari siapa tiba-tiba aku tertarik untuk memainkan pianika (alat music tiup yang menggunakan tuts untuk mengatur nadanya). Pianika itu bukan milikku tapi milik temanku, aku lupa siapa dia, padahal tanpa keikhlasannya meminjamkan pianika barangkali sampai saat ini aku tak tahu pianika. Hampir setiap hari pianika itu ada ditanganku, pemiliknya tidak protes bahkan merasa senang kalau aku memainkannya, katanya “biar saya mendengarkan saja, wong aku sendiri gak bisa kok”.

Akhirnya aku bisa memainkan beberapa lagu dan lagu yang pertama aku bisa mainkan adalah lagu “Ibu Kartini” karena urutan notasi awalnya sama dengan solmisasi. Awalnya aku mempelajari lagu berdasarkan notasinya di buku “Kumpulan Lagu-lagu Wajib”, namun akhirnya lagu-lagu berikut dapat aku mainkan tanpa melihat notasi, cukup bisa lagu atau iramanya termasuk lagu-lagu pop yang ngetop pada masa itu (1980-an).

Oh ya…kembali ke perkemahan, ketika berangkat menuju lokasi aku dan teman-teman naik truk yang disewa sekolah. Sepanjang perjalanan aku sengaja duduk di bantalan kayu bak yang tepat berada diatas kokpit truk sambil meniup pianika sampai ke tempat perkemahan. Selama perkemahan bila ada waktu senggang aku memainkannya bersama teman-teman.

Perkenalan dengan gitar ketika aku duduk di kelas 3 Mts.. Seperti halnya dengan pianika gitar itupun milik Ibung, temanku putra pak Mutohar seorang penilik SD di kecamatanku. Dia sekolah di SMP negeri di kota kecamatan tapi denganku cukup akrab. Sebagai anak penilik dia cukup memiliki apa yang dibutuhkan seorang anak pada masanya termasuk punya perpustakaan, aku sering meminjam buku-bukunya, sekali pinjam bisa mencapai 10 buah buku dan aku ‘habiskan’ membacanya setidaknya selama tiga hari. Setelah menghabiskannya akupun pinjam dan pinjam lagi, hingga suatu hari pak Tohar berkata, “Fik, kayaknya semua buku sudah kamu baca, coba kita lihat…”, seraya menunjukkan satu-persatu buku-buku koleksinya, akupun mengangguk tanda pernah membacanya.

***

Di bawah pohon jeruk di depan rumah mbahku aku biasa memperlancar main gitar. Aku belajar dari buku “Cara Cepat Bermain Gitar”. Akhirnya aku lancar kunci-kunci dasar mayor dan minor beserta paketnya. Pertama aku bisa memainkan kunci C-G-F (mayor) dan Am (minor). Lagu mayor yang pertama aku bisa (lagi-lagi) lagu “Ibu Kartini” yang tak lebih karena aku punya dasar di pianika. Lagu yang lain adalah lagu “Tuhan” karya Bimbo, “Melati dari Jayagiri”nya Iin Parlina dan “Bukit Berbunga” yang dinyanyikan Uci Bing Slamet. Hati rasanya berbunga bisa mengiringi ketiga lagu itu dengan gitar. Vokalis pertama tentu saja diriku sendiri, walaupun kusadari suaraku lebih merdu kalau aku diam. Dengan bangga aku menunjukkan kemampuanku dihadapan teman-temanku sambil sesekali bernyanyi bersama. Saat kelas 1 dan 2 Mts. aku dan teman-teman punya kebiasaan menyanyikan lagu-lagu pop 80-an seperti karya Obbi Mesakh, Nia Daniati, Uci Bing Slamet dan lain-lain. Kami nyanyi saat sedang istirahat sekolah sambil membaca teksnya, kebetulan temanku Teguh Warsono rajin membuat album teks lagu-lagu pop.

Kapan-kapan dilanjutkan…jangan khawatir….

***

About rofiquez

Berkelana untuk mendapatkan hikmah
This entry was posted in Seni Budaya. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s