Menanti Rakan dari Negeri Jiran


Malaysia dikenal sebagai negeri serumpun dengan Indonesia. Sejarah mencatat hubungan tersebut  pernah ‘terganggu’ pada jaman Orde Lama dan rupanya tidak berhenti sekalipun sudah berganti orde. Beberapa kali kita mencatat beberapa kali negeri Jiran tersebut dianggap ‘mencaplok’ beberapa hasil budaya bangsa kita ataupun mengganggu kedaulatan NKRI, sehingga kitapun bereaksi. Kita tak tahu persis siapa yang punya inisiatif itu, apakah pemerintahnya ataukah individu.

Tahun 70-an Malaysia mengirimkan mahasiswanya untuk belajar ke luar negeri termasuk ke Indonesia, salah satu mahasiswa tersbut adalah Anwar Ibrahim mantan wakil PM Mahathir Muhammad kala itu. Tiga puluh tahun kemudian mahasiswa Indonesia beramai-ramai belajar ke Malaysia bahkan untuk memburu pekerjaan. Apakah keadaan sudah berbalik? Apakah saat ini Malaysia berada di atas Indonesia? Sebagian masyarakat menganggapnya demikian. Apakah masyarakat Malaysiapun menganggap demikian? Paling tidak bisa dikatakan bahwa sebagian masyarakat Malaysia masih menganggap bangsa Indonesia adalah saudara tuanya dan masih dijadikan sebagai tempat berguru dan menimba pengalaman.

Apakah ada bukti? Ya, beberapa waktu lalu saya membaca berita di sebuah koran Riau bahwa banyak calon mahasiswa Malaysia mendaftar di beberapa perguruan tinggi di Riau, demikian pula di PT di Jawa banyak terdapat mahasiswa Malaysia. Bukti lainnya bulan Pebruari 2010 yang lalu sebuah sekolah di Kualalumpur mengajukan rencana kunjungan studi banding ke Jakarta.

Sekolah tersebut adalah Sekolah Rendah Islam Al Amin (SRIAA) Kualalumpur. Mereka terdiri dari beberapa orang guru dan pengurus sekolah sejumlah 27 orang. Menariknya kunjungan ini dilakukan atas iuran peserta kunjungan. Moga-moga suatu saat guru-guru kita bisa studi banding ke luar negeri atas biaya sendiri.

Bagaimana ceritanya? Bahwa salah satu guru SRIAA adalah kakak kelas seorang teman waktu mondok di Bangil dan beliau minta untuk diuruskan segala keperluan mereka selama kunjungan. Hitung-hitung sebagai kewajiban terhadap sesama muslim, AGPAII Kota Tangerang Selatan membentuk panitia penyambutan, saya sendiri didaulat sebagai sekretaris. Maka jadilah saya yang menjadi penghubung dengan SRIAA melalui pak A. Jabar Sudin. Sungguh merupakan hal baru menjadi event organizer (EO) kunjungan tamu luar negeri, hal ini menjadi tantangan tersendiri.

Awalnya saya berfikir harus menghubungi kedutaan besar Malaysia dan ada pengamanan khusus. Ternyata tidak seribet itu. Untuk urusan itu kalau dari Malaysia lebih pada hubungan antar personal dengan sekolah yang dikunjungi.  Maka dengan modal improvisasi saya mulai menyusun rencana.

  1. Menjalin hubungan komunikasi dengan Pak Jabar melalui facebook agar suatu saat dapat chating dan juga nomor hp beliau.
  2. Menghubungi pak Jabar untuk mengetahui seluk-beluk kunjungan termasuk sekolah mana saja yang akan dikunjungi. Ternyata pak Jabar sudah menghubungi tiga sekolah untuk dijadikan obyek kunjungan, yakni J SDIT Al Hikmah Mampang, SDIT Buah Hati Kramat Jati dan Jakarta Islamic School (JISc) Kalimalang Jaktim.
  3. Menyusun draft acara kunjungan.
  4. Mencari tahu tempat penginapan, konsumsi dan sewa bus.
  5. Menyusun anggaran.
  6. Mengajukan draft rancangan penyambutan meliputi susunan panitia, jadwal kegiatan, rancangan biaya untuk diberi masukan oleh panitia SRIAA.

Tentu saja proses itu tidak langsung jadi melainkan membutuhkan masukan dan saran agar sama-sama enak dalam pelaksanaannya. Proses pengajuan semacam itu saya lakukan berkali-kali mungkin sampai tiga kali, setelah itu barulah ketemu draft yang sama-sama di acc.

Kami panitia sangat berhati-hati agar jangan sampai ada sedikitpun yang kurang, kami menganggap bahwa ini menyangkut harga diri bangsa (wuuiiihhh segitunya..). Lha betapa tidak, kalau ada yang kurang berkenan wah… bisa bangsa ini yang kebawa-bawa. Sampai masalah menu masakan saya tanyakan. Ternyata selera mereka lebih dekat ke masakan Padang, cuma untuk sarapan pagi mereka minta roti dkk saja. Kalau saya harus nasi, rasanya nggak afdhol kalau nggak nasi.

Syukurlah pembiayaan sudah dikirim dan sudah digunakan untuk membook penginapan, makan dan kendaraan. Sekarang tinggal menunggu kedatangan mereka tanggal 15 – 17 Juni 2010. Semoga acara berjalan lancer. amin

***

About rofiquez

Berkelana untuk mendapatkan hikmah
This entry was posted in Info AGPAII Tangsel. Bookmark the permalink.

3 Responses to Menanti Rakan dari Negeri Jiran

  1. rofiquez says:

    itung-itung berbagi pengalaman

  2. abdul jabar says:

    assalamu’alaikum,
    Syabas buat Drs Abd Aziz Rofique serta team atas usaha yang cemerlang, gemilang dan terbilang…(mengambil ucapan keramat PM Malaysia..)

    Kami seikhlasnya menghulur jari sepuluh. Kita eratkan jembatan persaudaraan antara Malaysia dan Indonesia lewat platform pendidikan.

    • rofiquez says:

      Terimakasih pak A. Jabar Sudin. Dengan memohon ridla Allah kami merasa mulia karena melayani saudaraku serumpun. Lebih baik berbuat pada hal-hal yang benar dan bermanfaat dalam bidang pendidikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s