Transfer dengan Western Union


Berkenaan dengan rencana study banding sebuah sekolah di negeri jiran ke Jakarta, saya didaulat teman-teman menjadi penghubung antara panitia tamu dengan panitia penyambut di Jakarta atau bahasa kerennya EO (event organizer), kira-kira begitulah. Penunjukan tersebut menjadikan saya sering komunikasi dengan panitia tamu baik melalui chating maupun email. Setelah beberapa kali saling mengajukan dan memberi masukan rancangan acara dan pembiayaan akhirnya disepakatilah rancangan yang dianggap final.

Memasuki bulan Juni yang merupakan bulan akhir tahun perlu persiapan matang untuk menyelenggarakan sebuah acara terutama berkenaan dengan kendaraan dan penginapan. Musim liburan cenderung fully booked untuk kedua obyek tersebut, jadi harus dari jauh-jauh hari membooking. Untuk masalah ini saya agak ketar-ketir karena kurang tahu bagaimana kalender pendidikan di sana. Artinya kalau proses nego molor terus sedangkan waktu terus berjalan maka mau gak mau harus nalangin dulu untuk booking, disamping jumlahnya cukup besar juga yang terpenting….emang lagi tongpes… .

Untungnya kekhawatiran itu tidak terbukti karena panitia tamu mengontak bahwa mereka akan segera mengirimkan pembiayaan. Masalah baru muncul karena saya sendiri belum pernah mengirim atau menerima uang dari luar negeri, karena (lagi-lagi) teman-teman di EO mendaulat agar biaya saya juga yang terima. Kalau kirim/terima di dalam negeri tentunya tidak masalah karena bisa transfer antar bank ataupun wesel pos. Segera saya kirim nomor rekening saya di sebuah bank nasional karena kata mas google bank tsb sudah bekerja sama dengan bank nasional Malaysia. Karena satu dan lain hal, panitia tamu menawarkan kirim biaya menggunakan jasa Western Union (WU). Nama tersebut sering saya lihat di bank, kantor pos dan pegadaian tapi belum tahu bagaimana caranya. Mulailah hunting informasi tentang WU sama mas google, kurang puas sayapun mendatangi bank Mandiri terdekat. Ternyata sangat praktis dan mudah. Kata mba CS (customer service) kalau mau terima cukup kirim :

  1. No. identitas (KTP/SIM), nama dan alamat sesuai KTP/SIM.
  2. Minta dikirim nama dan alamat pengirim juga (yang penting) adalah no. MTCN (Money Transfer Control Number) yang banyaknya 10 digit. MTCN ibaratnya nomor kode untuk membuka ‘brankas’ kiriman.

Baru beberapa langkah meninggalkan CS sebuah SMS kuterima yang memberitahukan bahwa pak Jabar (panitia tamu) sudah berada di CIMB Kuala Lumpur siap untuk mengirim uang, maka segera saya kirimkan data tersebut di atas. Waktu itu saya agak terburu-buru karena menjelang shalat Jum’at. Sepuluh menit kemudian saya sampai di rumah, hpku kembali berdering tanda SMS masuk, ternyata dari pak Jabar yang berisi MTCN, artinya uang sudah dikirim, wah cepat sekali dan setelah Jumatan uang baru saya ambil.

Awal saya akan ambil di bank Mandiri, karena ada keperluan mengirim surat saya ambil keputusan untuk mengambilnya di kantor pos, yang perlu dilakukan adalah :

  1. Mengisi formulir meliputi : identitas dan alamat penerima (nama kita) sesuai KTP, nama dan alamat pengirim, jumlah yang diterima, negara pengirim, MTCN dan tanda tangan. Nama dan alamat pengirim maupun penerima harus sesuai dengan data yang ditulis oleh pengirim. Maka pada saat pengiriman identitas ke pengirim tadi harus sesuai KTP.
  2. Menyerahkan satu lembar foto kopi KTP dan menunjukkan aslinya.
  3. Diperiksa keabsahannya oleh petugas pos, kalau ok maka …cairlah kiriman kita.

Sangat mudah kan? Pengambilan dapat dilakukan dimana saja, bisa di bank, kantor pos, pegadaian maupun agen WU lainnya diiiiimana sajaaa. Oh ya kalau di bank Mandiri ada biaya materai (paling cuma Rp. 6.000,-) tapi di kantor pos gakk ada. Akhirnya hatipun lega karena langsung bisa booking sana-sini. Moga-moga acara dapat berjalan lancar.

Selamat datang di Indonesia untuk saudaraku dari negeri Jiran……….

***

About rofiquez

Berkelana untuk mendapatkan hikmah
This entry was posted in Rupa-rupa. Bookmark the permalink.

2 Responses to Transfer dengan Western Union

  1. Payjo says:

    Weleh, begitu doang tho? Kemarin saya sempet bingung adek minta transfer dan harus itu juga. Karena saya nggak punya rekening (iya, saya nggak punya rekening😆 )

    Temen nyaranin WU tapi udah kebayang ribetnya Pak, nggak jadi deh. Eh nggak taunya begitu doang ya Pak?:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s