Let’s Go (2) GREEN


Penghuni sebuah rumah sedang meresahkan kondisi rumahnya, itulah penduduk bumi. Untuk mengatasi kondisi bumi yang makin kurang nyaman, gerakan Go Green dihembuskan ke seluruh dunia. Mulai dari konferensi, seminar tingkat dunia sampai kegiatan di sekolah dan lingkungan, kegiatan penyelamatan bumi terus digalakkan. Setiap negara mengalokasikan dana untuk kegiatan green-greenan ini dan semua pihak mulai dari kepala Negara, ketua RT sampai anak sekolah akan merasa bangga bila dia menjadi bagian dari kegiatan hijau ini. Memang sudah menjadi kewajiban kita sebagai penghuni bumi untuk selalu memelihara kelestarian alam dan lingkungan di bumi kita ini.

Setidaknya ada beberapa kegiatan pokok dalam penyelamatan bumi, yakni penanaman kembali dan mengatasi sampah dan benda-benda bekas. Gerakan menaman misalnya dengan adanya ‘Gerakan Tanam 1000 Pohon’ sekalipun terkadang hanya bermakna simbolik, meriah pada saat pencanangan dan sepi setelah beberapa hari, padahal dicanangkan oleh Presiden dan diliput seluruh media. Penanganan sampah misalnya mengolah sampah menjadi kompos sehingga dapat digunakan sebagai pupuk. Untuk menangani benda-benda bekas dapat dilakukan dengan daur ulang yang merupakan cara memperpanjang guna barang.

Sebagai tindaklanjut dari kerjasama di bidang kewirausahaan, PT. Aneka Usaha Mandiri mengadakan pelatihan daur ulang bagi siswa SMK Al Amanah pada tanggal 21 April 2010. Sebanyak 30 siswa kader lingkungan dan didampingi dua orang guru mendapat materi tentang pentingnya memelihara lingkungan, mengolah sampah menjadi kompos dan praktek mendaur ulang kertas bekas.

Kompos

Proses membuat pupuk kompos dimulai dari pemisahan sampah organic dan sampah anorganik. Sampah organic berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti sisa sayuran, buah, sisa makanan, sedangkan sampah anorganik aalah sampah yang memerlukan waktu lama untuk hancur, misalnya plastic. Bahan baku kompos adalah sampah organic. Sedangkan kompos itu sendiri ada kompos basah dan kompos kering. Kompos kering adalah sampah organic yang dikeringkan setelah diolah, sedangkan kompos basah merupakan fermentasi dari sampah organic yang disimpan dalam komposter dan dicampur dengan bioaktifator, hasilnya adalah pupuk kompos cair yang disebut lindi. Untuk memanfaatkannya lindi dicampur dengan air barulah disiramkan ke tanaman. Lindi juga dapat difungsikan sebagai bioaktifator dengan cara mencampurkannya dengan sampah organic sebelum dimasukkan ke komposter. Demikian penjelasan pak Goes Soebardjo dari PT. AUM.

Daur Ulang Kertas

Kertas merupakan sampah terbanyak kedua di sekolah setelah plastic. Setelah digunakan pada guna pertama, kertas dapat di daur ulang untuk keperluan lain. Langkah mendaur ulang kertas adalah :

Alat yang diperlukan : blender, wadah, screen sablon, tempat pengeringan (dibuat dari kain yang ditempelkan di papan/triplek), kape.

Bahan-bahan : bubur kertas, lem, pewarna (pewarna makanan atau alami juga boleh), merang, kulit bawah, pelepah pisang.

Langkah kerja :

  1. Buatlah bubur kertas dengan cara menyobek-nyobek kertas yang tersedia kemudian direndam selama 4 hari 4 malam (dengan air biasa) dan 2 hari 1 malam (dengan air panas),
  2. Berilah warna sesuai selera dan aduk hingga rata, berilah lem kertas (kimia, misalnya merk Fox) secukupnya kemudian diblender.
  3. Masukkan ke dalam wadah dan diberi ambahan air secukupnya, ambillah bubur kertas menggunakan screen lalu tempelkan ke tempat pengeringan sambil disikat dengan kape untuk mengurangi kadar air, jemur sampai kering.
  4. Untuk memberikan corak tertentu dapat dilakukan dengan cara menempelkan kulit bawag/merang/pelepah pisang pada bagian tertentu selagi masih basah.
  5. Setelah kering (tergantung kondisi panas) kertas daur ulang dapat digunakan untuk membuat bingkai foto, sampul buku, undangan, dll.

Nah ternyata barang-barang bekas pakai tidak harus jadi sampah dan dibuang tapi bisa diolah dan dijual…dapet uang deh, lho wirausaha kan harus dapat menghasilkan uang khan? UUD gitu lohh, ujung-ujungnya duit…

Selamat mencoba…

***

About rofiquez

Berkelana untuk mendapatkan hikmah
This entry was posted in Lingkungan. Bookmark the permalink.

6 Responses to Let’s Go (2) GREEN

  1. rofiq says:

    Let’s practice it…..

  2. Pingback: 2010 in review « Selalu Belajar

  3. muklis says:

    Terus jaga bumi ya……………. biar tetap hijau,
    Kalo bisa tampilin tutoril tabung kopositnya,
    terimakasih

  4. f.zahro says:

    lets go green..
    btw, cara cetak d screennya gmn ya..?
    minta langkah yang detil donk..
    makasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s