Mengatasi Kendala pada Metode Diskusi


Saat ini sudah banyak metode yang dapat dipilih guru ketika mengajar, salah satunya adalah metode diskusi. Namun dalam penggunaannya kita harus memperhatikan beberapa hal.
Pertama, dari sisi mata pelajaran metode diskusi pada umumnya dapat digunakan pada pelajaran ilmu social, seperti PPKn, IPS, Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, dll. Akan tetapi ada beberapa materi pada mata pelajaran tersebut yang tidak dapat menggunakan metode diskusi, seperti materi praktek. Mata pelajaran lainnya dapat menggunakan metode ini sepanjang materinya membutuhkan pengembangan sikap atau tujuan-tujuan pengajaran yang bersifat afektif, membutuhkan analisis sintesis,dan tingkat pemahaman yang tinggi.
Kedua, metode diskusi hanya efektif diterapkan pada siswa yang sudah memiliki tingkat pemikiran konsep yang tinggi. Artinya tidak perlu memaksakan metode ini jika siswa ternyata lebih banyak diam sehingga diskusi mengalami kemacetan, yang akhirnya menuntut guru untuk lebih banyak memberikan ceramah.
Oleh karena itu pada pertemuan sebelumnya hendaknya guru sudah menginformasikan bahan diskusi agar siswa dapat mempersiapkan bahan-bahan diskusi.
Disamping memiliki beberapa keunggulan, metode diskusipun memiliki kekurangan seperti:
1. Ada beberapa siswa yang kesulitan mengeluarkan pendapat,
2. Siswa yang masa bodoh sehingga melampiaskannya dengan mengobrol atau bermain,
3. Adanya monopoli pembicaraan oleh siswa tertentu yang memiliki kemampuan bicara sehingga siswa lain merasa segan untuk bicara karena takut salah.
Hampir setiap guru yang menerapkan metode diskusi pernah mengalaminya. Akan tetapi tidak jarang pula yang kemudian meninggalkannya karena ditemuinya kendala di atas tanpa mau mencari jalan keluarnya.
Memang, kadangkala siswa juga merasa bosan bila lagi-lagi guru menyuruh diskusi. Siswapun membutuhkan variasi metode. Oleh karena itu sebaiknya guru memiliki inventarisasi beberapa metode yang dapat digunakan secara bergantian, sehingga kedatangan kita selalu ditunggu siswa yang penasaran dengan metode yang akan digunakan.
Lalu bagaimana mengatasi kekurangan tersebut di atas? Mungkin pengalaman penulis dapat diterapkan teman-teman guru. Cara-cara berikut ini ditempuh terutama dalam diskusi model symposium, dimana ada siswa yang menjadi penyaji sedangkan siswa lainnya sebagai audiens.
– Cara pertama, menggunakan voucher pulsa. Bahwa salah satu point penilaian siswa dalam KBM yang menggunakan metode diskusi adalah keaktifan siswa dalam bentuk kemampuannya mengeluarkan pendapat. Namun perlu disadari bahwa ada beberapa siswa yang kesulitan berbicara. Bila hal ini dibiarkan maka siswa tersebut tidak mendapatkan nilai. Maka kepada siswa ini kita berikan voucher pulsa. Voucher berupa kartu yang dibuat dengan karton selebar kartu nama, satu kartu bernilai 30 detik bicara. Guru dapat mengkreasikan gambar yang menarik pada kartu. Siswa yang dimaksud dapat diberi 2 kartu pada setiap diskusi (sampai dia mendapatkan nilai). Sebaiknya kartu diberikan sebelum diskusi dan diminta kembali setiap kali selesai bicara. Pada pertemuan diskusi berikutnya guru memberikan kartu kepada siswa yang lain yang membutuhkan.
– Cara kedua, berbagi pertanyaan. Setelah penyaji menyampaikan materi, audiens dipersilakan menyampaikan sampai 8 pertanyaan kemudian dicatat oleh moderator. Berikutnya penyaji hanya menjawab 3 pertanyaan, selebihnya harus dijawab oleh audiens (terutama siswa yang jarang berbicara). Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus di jawab oleh audiens yang ‘ditembak’ oleh kelompok penyaji. Bila jawaban kurang lengkap, dapat ditambahkan oleh siswa lain.
Kelebihan dan kekurangan metode pasti selalu ada. Kekurangan pada metode tertentu dapat ditutupi oleh metode yang lain. Dan yang penting lagi adalah bagaimana kreativitas kita mengatasi kekurangan metode.
***

About rofiquez

Berkelana untuk mendapatkan hikmah
This entry was posted in Pendidikan. Bookmark the permalink.

7 Responses to Mengatasi Kendala pada Metode Diskusi

  1. Pingback: 2010 in review « Selalu Belajar

  2. Mr. Tm says:

    Bagus artikelnya.. bermanfaat buat kami sebagai guru. Makasiiih…

  3. unipearl24@yahoo.com says:

    terimakasih ilmunya…..:))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s