Saman di Sekolahku


Suatu sekolah dapat dikenal oleh masyarakat bila memiliki prestasi baik berupa prestasi akademis maupun non akademis. Bagi sekolah yang menggunakan sistim penyaringan pesdik baru yang ketat – katakan sekolah negeri dan sekolah elit – tentu tidak sulit menjaring pesdik dengan kualifikasi tinggi, sehingga tidak kesulitan mencapai prestasi akademis yang baik. Tapi bagi sekolah yang ‘berani’ menerima pesdik dari berbagai tingkat kemampuan tidak demikian. Mereka harus berupaya keras dalam mengangkat prestasi sekolah.

Bukannya tidak mampu bersaing dalam bidang akademis, SMK Al Amanah mencari terobosan lain untuk dikenal masyarakat sekaligus mengembangkan bakat pesdiknya. Tentu saja sambil terus berupaya untuk berprestasi dalam bidang akademis. Apa yang dilakukan?

Melalui wadah yang tersedia di OSIS, SMK Al Amanah menyelenggarakan wadah pengembangan diri pesdik dalam bentuk ekskul marawis dan tari saman.

Ekskul marawis sudah berjalan sejak tiga tahun yang lalu dan tentunya sudah mengukir prestasi baik festival maupun penampilan. Saat ini telah terbentuk empat grup, yaitu grup putri kelas X, grup putri kelas XI, grup putri kelas XII, dan satu grup putra. Memang didominasi grup putri tetapi hal ini justru menjadi suatu diferensiasi (meminjam istilah Hermawan Kartajaya), SMK Al Amanah berani tampil beda dari yang lain dimana didominasi grup putra. Grup angkatan pertama sering mendapat job tampil di berbagai acara hajatan bahkan tampil pada pengajian di Bens Radio dan menjuarai di sebuah festival di BSD. Untuk angkatan generasi kedua ini rupanya menyusul prestasi kakanya dan di bulan Ramadhan ini angkatan ketiga dan grup putra sedang mengikuti festival di Pamulang Square.

Bagaimana dengan tari Saman?

Ekskul Saman baru diadakan di tahun 2009 ini. Rupanya gayung bersambut, OSIS sudah merencanakan di sisi lain aspirasi siswa juga ingin diadakan Saman. Mengapa Saman?

Bagi SMK Al Amanah yang bernaung di bawah nama yayasan pondok pesantren mengusung kegiatan yang bernuansa Islam menjadi suatu keniscayaan. Jangan sampai mengusung kegiatan yang jauh dari norma Islam, hal itu dapat menjadi bumerang bagi lembaga. Jadi kriteria utama dalam penentuan ekskul tari adalah harus Islami dan setelah diadakan kajian dan diskusi pilihan jatuh ke tari Saman. Tarian ini diciptakan oleh seorang ulama besar Aceh yakni Syekh Saman. Gerakan tari sangat atraktif dan dinamis tetapi tetap Islami, sedangkan iringannya berupa syair-syair bernuansa Islam yang menggunakan bahasa Arab dan bahasa Aceh.

Lho kok tidak menggali kesenian Tangerang Selatan?

Jawabannya kembali ke kriteria tadi. Kalau sudah menggunakan parameter Islami maka sangat global mengatasi segala kriteria.

About rofiquez

Berkelana untuk mendapatkan hikmah
This entry was posted in Seni Budaya. Bookmark the permalink.

One Response to Saman di Sekolahku

  1. rofiquez says:

    Maju terus anakku…jaga budaya bangsa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s