Kurikulum PAI 2013


Tidak lama lagi Kurikulum 2013 akan digulirkan. Semua pihak yang berkenaan dengan pendidikan harap-harap cemas seperti apakah wujud Kur2013 ini. Seperti apapun bentuknya nanti, pastinya semua berharap dapat memperbaiki dunia pendidikan saat ini.

Perubahan harus berjalan sekalipun beberapa pihak menghadangnya. Sekilas wujud Kur2013 sudah dapat dilihat pada uji publik yang masyarakat dimintakan pendapatnya.

Secara umum tema pengembangan Kur2013 adalah menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif dan afektif (sikap spiritual dan sosial). Pencapaian perwujudan tema ini ditempuh melaluipenguatan sikap, ketrampilan dan pengetahuan yang dijabarkan dalam Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD).

Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai bagian dari Kur2013 memiliki peran yang sangat penting berkenaan dengan pendidikan karakter sebagai tujuannya. Sebagai integrator maka PAI menghimpun kompetensi pengetahuan, sistem nilai dan kompetensi ketrampilan yang diaktualisasikan dalam sikap/watak Islami.

Sekalipun diterbitkan oleh Puskurbuk Kemdiknas, isi Kurikulum PAI 2013 dibuat oleh Kemenag RI berdasarkan Keputusan Menteri Agama no. 211 tahun 2011 tentang Pedoman Pengembangan Standar Nasional Pendidikan Agama Islam pada Sekolah.

Menilik bentuknya, perbedaan Kurikulum PAI pada KTSP dan Kur2013 misalnya terdapat pada pemakaian istilah Kompetensi Inti (KI) untuk menggantikan SK, tidak dipilah per aspek (Al Quran, Akidah, Akhlak, Fiqh, SKI) artinya PAI diajarkan sebagai satu kesatuan dan tidak dipilah persemester tetapi pertahun. Pelaksanaan evaluasi semester diserahkan kepada sekolah untuk mengaturnya.

Setiap kelas terdiri dari empat KI kemudian dijabarkan dalam KD. KI 1 merupakan sikap spiritual, KI 2 sikap sosial, KI 3 kognitif dan KI 4 adalah skil/ketrampilan. KI 1 merupakan pengamalan core mapel dalam kehidupan sehari-hari. KI 2 diamalkan dalam hubungannya dengan sesama manusia, KI 3 dan KI 4 sudah jelas.

Di tingkat SD Kur2013 dilaksanakan secara tematik integratif yang melibatkan beberapa mapel. Namun demikian tidak semua materi PAI dapat dilibatkan dalam tematik integratif, maka yang dilakukan adalah tematik intern, yakni KBM yang mengintegrasikan antar KD PAI.

Pada Kur2013 ini tugas guru untuk membuat administrasi mengajar cukup ringan karena silabus dan indikator sudah disiapkan dari Pusat, jadi guru tinggal mengembangkannya dalam RPP.

Bagaimana mengembangkan dalam RPP?

Lihat rumusan KD PAI SD berikut sebagai contoh :

KD PAI SD kls I

Menurut Dr. Halfian Lubis (Kasie Kurikulum PAI SMK Kemenag RI), pengembangan dalam RPP dilakukan pada KD aspek tertentu dimulai dari KI 3 selanjutnya KI 4, KI 2 dan KI 1. Sekali lagi bukan mengikuti urutan KI.

Misalnya pada aspek Al Quran tentang QS Al Fatihah, Al Ikhlas dan Al ‘Alaq : 1-5. Pada pertemuan 1 mengajarkan Al Fatihah, maka :

KI 3 : Mengenal pesan-pesan yang terkandung di dalam QS Al Fatihah,

KI 4 : Melafalkan dan menunjukkan hafalan QS Al Fatihah,

KI 2 : Memiliki perilaku kasih sayang kepada sesama sebagai implementasi dari pemahaman QS. Al Fatihah dan memiliki perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru dan sesama anggota keluarga sebagai implementasi dari pemahaman QS. Al Fatihah,

KI 1 : Berdoa sebelum dan sesudah belajar sebagai bentuk pemahaman terhadap QS. Al Fatihah dan mensyukuri karunia dan pemberian sebagai implementasi dari pemahaman QS. Al Fatihah.

Ranah dan evaluasi

Dapat dilihat bahwa KI 3 adalah ranah kognitif maka evaluasi dapat dilaksanakan tertulis.

Ranah KI 4 adalah psikomotor, evaluasi : tes perbuatan/praktik.

Ranah KI2 dan KI 1 adalah afektif, maka evaluasi dilaksanakan melalui pengamatan dan non tes lainnya.

Dari contoh tersebut terlihat bahwa tagihan terbesar terdapat pada ranah afektif yaitu siswa terbiasa bersikap dan berbuat sesuai nilai yang dikehendaki kurikulum. Maka dibutuhkan kerja keras guru mulai dari keteladanan, pengawasan sampai evaluasi yang dilakukan.

Penilaian hasil belajar berupa penilaian berbasis kompetensi yang memprioritaskan penilaian otentik (mengukur kompetensi sikap, ketrampilan dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil) dan pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaian.

Bentuk pelaksanaan kegiatan pengembangan PAI meliputi kegiatan :

- Terprogram, bertujuan memberikan wawasan tambahan tentang unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat dalam konteks Islam, seperti seminar dan kunjungan.

- Rutin, dilakukan secara reguler untuk membiasakan anak berbuat sesuatu yang baik, seperti shalat berjamaah dan membersihkan lingkungan sekolah.

- Spontan, kegiatan yang dilakukan tanpa batas ruang dan waktu, untuk memberikan pendidikan disiplin, sopan santun. Misalnya mengucap salam, antri, dll.

- Keteladanan, untuk memberikan contoh kebiasaan baik, seperti datang tepat waktu, berpakaian rapi, dll.

Demikian penjelasan awal berdasarkan kesimpulan mengikuti kegiatan Temu Pakar Pendidikan Islam dan Puskurbuk dalam rangka sosialisasi Kurikulum PAI 2013 dan wawancara dengan Dr. H. Halfian Lubis (Kasi Kurikulum Subdit PAI SMK Kemenag RI).

Kita tetap menunggu pelatihan pengembangan Kur2013. Sehingga bila ada perbedaan antara penjelasan dalam blog ini dengan hasil pelatihan dimaksud maka ralat sudah dilakukan dengan sendirinya.

Unduh Kurikulum PAI 2013 di bawah ini :

1. Kurikulum PAI SD

2. Kurikulum PAI SMP

3. Kurikulum PAI SMA/SMK

Wallahu a’lam

***

About these ads

10 thoughts on “Kurikulum PAI 2013

  1. Syukron atas penjelasan tentang kurikulum 2013 saya sebagai guru PAI SD sangat membutuhkan info ini,semoga saya bisa mengikuti pelatihan kurikulum 2013 ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s