Kurikulum 2013


Kurikulum 2013Saat ini dunia pendidikan negeri kita bersiap mendapat hadiah, yakni Kurikulum 2013. Meskipun dinilai tergesa-gesa bahkan ada yang menolak, tampaknya pemerintah bergeming untuk mendorong pemberlakuan Kur2013 mulai tahun ajaran mendatang.

Perubahan kurikulum menjadi sebuah keniscayaan karena berbagai dinamika baik domestik maupun global. Sejak kemerdekaan telah terjadi beberapa kali perubahan kurikulum, yakni tahun 1947 (Rencana Pelajaran), 1964 (Rencana Pendidikan SD), 1968 (Kurikulum SD), 1973 (Proyek Perintis Sekolah Pembangunan,PPSP), 1975 (Kurikulum SD), 1984, 1994, 1997 (Revisi Kur1994), 2004 (Rintisan KBK), 2006 (KTSP) dan 2013.

Elemen Perubahan

Dibanding kurikulum SI 2006, pada Kurikulum 2013 terdapat beberapa perubahan pada elemen SKL, SI, standar proses dan standar penilaian.

Pada SKL, di semua tingkat terdapat peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills meliputi aspek kompetensi sikap, ketrampilan dan pengetahuan. Demikian pula kompetensi yang semula diturunkan dari mapel diubah menjadi mapel dikembangkan dari kompetensi. Pada pendekatan, kompetensi dikembangkan melalui tematik integratif dalam semua mapel (SD), mapel (SMP), mapel wajib dan pilihan (SMA) dan mapel wajib, pilihan dan vokasi (SMK).

Pada elemen struktur kurikulum terjadi perubahan mendasar. Pada SD, pembelajaran dilaksanakan secara holistik dan integratif berfokus pada alam dan sosbud melalui pendekatan sains, jumlah mapel dari 10 menjadi 6, dan jumlah jam bertambah 4 jp/minggu karena perubahan pendekatan pembelajaran. Di SMP, TIK menjadi media semua mapel, pengembangan diri terintegrasi pada setiap mapel dan ekskul, jumlah mapel dari 12 menjadi 10, jumlah jam bertambah 6 jp/minggu karena perubahan pendekatan pembelajaran. Di SMA, terdapat mapel wajib dan pilihan, pengurangan mapel yang harus diikuti siswa, jumlah jam bertambah 2 jp/minggu karena perubahan pendekatan pembelajaran. Sedangkan di SMK, terdapat penyesuaian keahlian berdasarkan kebutuhan saat ini, penyeragaman mapel dasar umum, produktif disesuaikan dengan perkembangan industri dan pengelompokan pelajaran produktif. Diwacanakan pula UN di SMK dilaksanakan di kelas XI dan di kelas XII siswa difokuskan untuk penguasaan kompetensi vokasi.

Pada proses pembelajaran terdapat beberapa perubahan. Di semua tingkat, standar proses yang semula terfokus pada eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi (EEK) di Kur2013 dilengkapi dengan mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyajikan, menyimpulkan dan mencipta. Tempat belajar diperluas bukan hanya di kelas tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat. Dengan demikian guru bukan satu-satunya sumber belajar. Demikian pula pendidikan sikap tidak dilakukan secara verbal tetapi melalui keteladanan.

Target dan proses yang demikian menuntut perubahan di ranah penilaian. Penilaian Kur2013 dilakukan berbasis kompetensi. Demikian pula penilaian tes (penilaian berdasarkan hasil) bergeser menuju penilaian otentik yang mengukur semua kompetensi sikap, ketrampilan dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil. Memperkuat Penilaian Acuan Patokan (PAP) yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperoleh terhadap skor ideal (maksimal), dan memperbesar pemanfaatan portofolio siswa sebagai instrumen utama penilaian.

Sedangkan di bidang ekskul, Pramuka menjadi ekskul wajib di semua tingkat. Disamping itu terdapat ekskul lain seperti UKS, PMR dan bhs Inggris (SD). Sedangkan di tingkat menengah terdapat OSIS, UKS, PMR dan ekslul yang melibatkan partisipasi aktif siswa dalam pemecahan masalah di masyarakat.

Strategi Implementasi

Kur2013 direncanakan diterapkan untuk semua jenjang sekolah  mulai tahun 2013 melalui 3 tahap. Tahap 1 (2013) diterapkan di kelas I, IV, VII,X, tahap 2 (2014) di kelas I,II,IV,V,VII,VIII,X,XI dan pada tahap 3 (2015) sudah diterapkan di seluruh kelas dan sekolah di seluruh Indonesia.

Untuk lancarnya implementasi Kur2013 pemerintah akan memperkuat faktor keberhasilan yakni ‘kesesuaian kompetensi PTK (pendidik dan tenaga kependidikan) dengan kurikulum dan buku teks’ (faktor penentu)  dan tiga faktor pendukung yakni buku sebagai bahan dan sumber belajar, penguatan pemerintah dalam pembinaan dan pengawasan dan penguatan manajemen dan budaya sekolah.

Rumusan Bahan Ajar

Bahan ajar dituangkan dalam rumusan Kompetensi Dasar (KD). KD merupakan substansi mapel yang merupakan penjabaran dari Kompetensi Inti (KI). KI untuk semua mapel sama dalam setiap kelas. Dapat dikatakan bahwa semua mapel menyokong pencapaian KI yang sama. Pada setiap kelas terdapat empat KI. KI 1 merupakan sikap spiritual, KI 2 sikap sosial, KI 3 kognitif dan KI 4 adalah skil/ketrampilan.

Pendidikan Karakter

Kur2013 sangat sarat dengan pendidikan karakter. Hal ini tercermin pada rumusan KI 2 yang memuat nilai karakter yangdiharapkan seperti prilaku jujur, disiplin, dll. Dapat dikatakan bahwa hasil puncak pembelajaran terdapat pada KI 2. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran sangat dibutuhkan keteladanan guru dan penilaiannyapun melibatkan pengamatan dan portofolio. Nilai (core) semua mapel diharapkan tercermin dalam perilaku harian siswa.

 

Sosialisasi

Bagaimanapun Kur2013 masih merupakan barang baru yang harus segera disosialisasikan terutama pada guru. Kesiapan guru lebih penting daripada pengembangan Kur2012 itu sendiri, kenapa? Karena dalam kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar,­ dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), terhadap apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah mene­rima materi pembelajaran.

Strategi penyiapan guru dimulai dari Tim Pengembang Kurikulum Pusat melatih Instruktur Diklat (Unsur Dindik, dosen, WI, guru inti, pengawas, kasek). ID melatih Guru Utama (Guru inti, pengawas dan kasek), selanjutnya GU melatih guru (guru kelas dan mapel semua tingkat).

Sumber :

- http://www.kemdikbud.go.id

-Temu Pakar Pendidikan Islam tg 26 Desember 2012

-Puskurbuk Kemdikbud

***

About rofiquez

Berkelana untuk mendapatkan hikmah
This entry was posted in Pendidikan. Bookmark the permalink.

2 Responses to Kurikulum 2013

  1. Syamsul Arifin says:

    Apapun kurikulumnya, ujung tombaknya adalah Guru. Mari para Guru untuk selalu tanggap dengan keadaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s