TEKNIK MERANDOM JAWABAN SOAL PILIHAN GANDA


Proses menempatkan kunci jawaban secara proporsional dapat dilakukan setelah semua item soal dari semua aspek sudah terkumpul atau pada proses perakitan soal. Seringkali dalam menempatkan kunci jawaban, guru mengambil jalan pintas dengan membuat pola tertentu agar mudah dalam proses koreksi. Hal ini cukup “berbahaya” karena akan memancing peserta didik untuk mengikuti pola yang sudah ditemukan untuk menjawab soal, dengan tidak ada keyakinan akan kebenaran jawabannya.

Agar lebih fair dalam penentuannya, kunci jawaban hendaknya dibuat secara acak dengan proporsi yang seimbang. Dalam proses penentuan jawaban secara acak dan proporsional, sejauh ini ada dua cara, yaitu 1) secara manual dan secara 2) computerize menggunakan Excel.

1.      Secara Manual

Penentuan proporsi jawaban soal PG secara manual cukup mudah. Anda hanya membutuhkan pensil/pulpen dan secarik kertas untuk menghitung. Ikuti langkah-langkah berikut.

Rumus yang digunakan adalah :

(∑ soal : ∑ option) ± 3

Contoh :

Jumlah soal yang dibuat sebanyak 50 item dengan 5 pilihan jawaban (option) yaitu A, B, C, D, E.

Sehingga diketahui :

∑ soal = 50

∑ option = 5

Maka proporsi kunci jawaban sebagai berikut :

  • (50 : 5) ± 3
  • 10 ± 3

Artinya : satu option benar (kunci) tidak boleh lebih dari 13 => (10+3) dan tidak kurang dari 7 => (10-3).

Anda dapat menentukan sebaran kunci jawaban secara subyektif. Contoh :

KUNCI JUMLAH ITEM
A 13
B 10
C 7
D 11
E 9

Keterangan :

1)      Jumlah selain angka maksimal dan minimal (13 dan 7) diusahakan ganjil. Bila terjadi bilangan genap tidak masalah.

2)      Penyebaran jumlah kunci pada setiap option tidak baku, jadi diserahkan pada pembuat soal.

3)      Penghitungan proporsi ini untuk menghindari kesenjangan yang terlalu jauh antar kunci jawaban pada setiap option.

Dengan teknik ini sebaran jumlah kunci jawaban pada setiap option cukup merata dengan jumlah yang tidak terlalu jauh.

2.      Menggunakan Excel

Cara yang kedua adalah menggunakan Excel. Perbedaan dengan cara pertama adalah :

  • Dalam hal penyebaran kunci pada setiap item soal, dengan cara pertama, penyebaran kunci dilakukan secara manual, sehingga pembuat soal dapat “mengaturnya’ secara subyektif. Sedangkan dengan cara kedua, penyebaran kunci secara otomatis dilakukan secara acak oleh komputer.
  • Dalam hal informasi jumlah kunci jawaban pada masing-masing option, dengan cara pertama sudah diketahui, pembuat soal tinggal menyebar ke seluruh soal. Dengan cara kedua, jumlah kunci jawaban pada masing-masing option dapat diketahui setelah pengacakan selesai, dengan cara menghitung manual.

Sekarang kita mencoba menggunakan program Excel untuk melakukan pengacakan kunci jawaban. Ikuti langkah-langkahnya.

1)        Bukalah Excel

2)        Tempat kursor di kolom sembarang, misal kolom B3, kemudian ketik (ketik yang bercetak tebal) :

=RAND()*10 => enter

3)        Tempatkan kursor di kolom B3, kemudian tekan F9. Bila ditekan berulang-ulang Anda akan mendapatkan angka yang berbeda-beda.

4)        Angka yang muncul menunjukkan pilihan jawaban. Hanya gunakan angka sebelum koma. Konversi angka terhadap option adalah :

angka 1 = A,

angka 2 = B,

angka 3 = C,

angka 4 = D,

angka 5 = E

Sekali lagi hanya gunakan angka sebelum koma, jangan hiraukan angka yang terletak di belakang koma. Bila muncul angka 0 (nol) atau angka lain di atas angka 5, Anda harus menekan lagi tombol F9 untuk mencari angka lain untuk item soal berikutnya.

Contoh :

TEKAN

KE

BILANGAN YANG MUNCUL TEKAN LAGI?

HASIL

NO KUNCI JAWABAN
Setelah enter2.669
1 8.6393 Ya 1 B
2 2.8492 Tidak
3 3.9001 Tidak 2 C
4 7.8081 Ya 3 C
5 3.0430 Tidak
6 4.0517 Tidak 4 D
7 2.1143 Tidak 5 B
…dan seterusnya…

Angka yang dipakai adalah angka yang tercetak tebal.

Perhatian : angka yang muncul pada kolom yang berbeda akan berbeda pula sekalipun rumusnya sama. Coba lihat :

Keunggulan cara kedua ini terletak pada sistim pengacakan yang lebih akurat dan ilmiah. Namun demikian pada saat Anda menghitung komposisi jumlah kunci mungkin akan menemukan perbedaan yang menyolok, artinya selisih jumlah kunci pada setiap option cukup jauh. Hal ini dapat disiasati dengan menggunakan cara pertama (manual). Kurangi jumlah option yang melebihi 10 + 3 kemudian tambahkan pada option yang kurang dari 10 – 3.

Dapat dikatakan bahwa kedua cara pengacakan jawaban tersebt dapat digunakan secara bersama. Untuk pengacakan gunakan cara kedua (Excel). Setelah selesai pengacakan dan untuk menghindari perbedaan yang terlalu jauh, maka kendalikan jumlah kunci pada tiap option dengan cara manual.

Pengetahuan ini semakin melengkapi kompetensi Anda dalam menyusun soal ujian. Saya memperoleh ilmu ini dari dua orang yang kompeten di bidangnya. Cara yang pertama saya peroleh dari Prof. Dr. H. Dja’far Shidiq, MA (Guru Besar IAIN Sumatera Utara) dan cara kedua dari Dr. H. Halfian Lubis, SH., MA. (Kasi Kurikulum Pembinaan PAI pada SMK, Kemenag RI). Semoga menjadi amal jariah bagi beliau berdua.

Selamat mencoba.

***

About these ads

10 thoughts on “TEKNIK MERANDOM JAWABAN SOAL PILIHAN GANDA

  1. selamat siang pak, terima kasih untuk artikel nya, sangat membantu. Saya sedang menacri bahan bagaimana secara psikologi jumlah soal test dan waktu yang sesuai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s